Hikmah Zakat terhadap Kehidupan Masyarakat

Hikmah Zakat terhadap Kehidupan Masyarakat

a. Zakat Merupakan Cerminan Tanggung Jawab Sosial
Membantu     para    mustahiq     zakat,    meskipun    bersifat     pribadi,  tetapi mempunyai dampak sosial karena masing-masing saling berkaitan erat, sebab secara pasti antara pribadi dengan masyarakat akan saling berpengaruh, karena masyarakat itu tidak lain adalah kumpulan pribadi-pribadi.  Segala sesuatu  yang memperkuat pribadi,  mengembangkan  cita-citanya  dan kemampuan  material serta spiritualnya, tidak  dapat  diragukan  lagi,  akan memperkuat  dan mempertinggi  masyarakatnya. Sebaliknya  segala  sesuatu  yang  mengokohkan  masyarakat  dengan  sifatnya  yang umum akan berakibat  kepada  pribadi sebagai anggota  masyarakat,  baik  disadari atau tidak. Maka jelaslah, dengan menyibukkan para penganggur, menolong orang yang lemah dan membutuhkan, seperti fa qîr, miskin, budak belian, dan orang yang berhutang, akan berdampak kepada masyarakat secara keseluruhan.
b. Zakat Meningkatkan Perekonomian Masyarakat
Dengan    memberikan    harta   zakat    kepada    musta hiq   berarti       juga menumbuhkan   daya  beli  kepada  barang-barang   ekonomis.   Harta  zakat   yang diberikan  itu tentunya  akan dimanfaatkan  untuk  memenuhi  kebutuhan  hidupnya. Dengan demikian pemanfaatan harta itu berkembang  bukan hanya dirasakan oleh muzakki  tapi juga dapat dirasakan oleh musta hiq. Dalam tinjauan ekonomi, daya beli mustahiq tersebut dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dengan terciptanya ekuilibrium interaksi antara produsen dengan konsumen, sehingga perekonomian   masyarakat   akan   meningkat.   Pemikiran   ini   baru   pada   tahap pemanfaatan  harta zakat  secara konsumtif yang sebagaimana  diketahui daya beli mereka  sebatas  persediaan  harta  zakat  yang  mereka  dapatkan.  Lalu  bagaimana melanggengkan ekuilibrium interaksi tersebut ? Tentunya harta zakat mereka juga harus dilanggengkan dengan cara diproduktifkan,  yaitu harta zakat dikembangkan dalam bentuk usaha-usaha yang menghasilkan,  baik diusahakan oleh pengurusnya (‘âmil) maupun diusahakan sendiri oleh mustahiq. Sehubungan dengan ini, maka konsep zakat produktif harus disosialisasikan kepada masyarakat.

c. Zakat dapat Menegakkan Jiwa Umat
Zakat, dalam penegakkan nilai-nilai ruhani, adalah seperti makan dan minum untuk pemenuhan  kebutuhan jasmani.  Dalam menegakkan nilai-nilai ruhani umat, zakat dapat menegakkan tiga prinsip dasar dalam kehidupan manusia:
1)      Menyempurnakan jiwa dengan perasaan kemerdekaan bagi setiap individu masyarakat,  dalam hal ini diisyaratkan dengan adanya nash yang mewajibkan memerdekakan budak dari penghambaan antar sesama manusia
2)      Membangkitkan   semangat   pribadi  manusia  dan  nilai-nilai  kemanusiaannya dalam  menyerahkan  sesuatu  yang  bermanfaat  bagi masyarakat,  baik  mental maupun  materialnya,  atau  menolak  sesuatu  yang  buruk  yang  dikhawatirkan akan terjadi.
3)      Memelihara  akidah  dan  pendidikan  yang  dimaksudkan  untuk  mensucikan dasar-dasar   fitrah  manusia,  dan  terutama  untuk  menghubungkan   manusia dengan Allah, memberikan pandangan kepada seseorang tentang hakikat tujuan hidupnya, dan tentang kehidupan akhiratnya yang pasti manusia akan  kembali kepadaNya.
Dengan memelihara pokok-pokok yang tiga ini, zakat berfungsi untuk menetapkan nilai yang tinggi yang harus dipelihara oleh masyarakat Islam. Dengan ini pula akan terealisir sikap saling tanggung-menanggung  antar umat Islam yang digambarkan oleh Nabi saw. bagaikan satu tubuh dimana jika satu anggota tubuh merasa sakit maka anggota tubuh yang lain juga akan merasakannya.
Walaupun secara lahiriah zakat merupakan aturan materi saja, akan tetapi ia tidak bisa dilepaskan dari akidah, ibadah, akhlak, jihad, dan bahkan tidak terlepas dari problematika pribadi dan masyarakat.

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Soal PLH Kelas VIII

Contoh soal IPA Kelas VII

Contoh Formulir Pendaftaran Pesantren Kilat